Tab-menu

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label My Album. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Album. Tampilkan semua postingan

Selamat Jalan Adiku...




Semua yang hidup pasti akan mati, dan kembali kepada Allah” ( inna lillahi wa inna ilaihi rajiuun) kata yang pertama kali saya ucapkan ketika mendengar kabar  buruk tentang adik saya. Seakan tak percaya akan kabar tersebut, saya mencoba menghubungi saudara mencoba mengkonfirmasi akan berita tersebut dan berharap hal itu tidaklah benar. Dengan suara terbatah-batah saudara sepupuku berkata “iya dang, dia   telah meninggal”. Kesedihan menyelimuti pikiran saya, Tak ada yang bisa saya kerjakan untuk sesaat, kabar itu terasa berat, bahkan untuk mengabarkannya ke kerabat sangatlah berat.
Hari itu amatlah sulit, mengawali hari dengan berita kematian bukanlah hal yang mudah. Kucoba menerima dan ikhlas atas apa yang terjadi, tetapi tidak semudah itu, pertanyaan dalam benakku terus bermunculan, pertanyaan tersebut berusaha menolak takdir dan kenyataan yang terjadi. Dalam perjalanan pulang, aku tidak berhenti meratapi kejadian ini, berusaha mendapatkan jawaban atas pertanyaan yang muncul dalam benakku.
Kematian adik saya tentu saja membawa banyak penyesalan dan juga hikmah dibaliknya. Rasanya ingin sekali melihat hikmah yang ada, tapi rasa sesal terus menyelimuti, rasa bersalah selalu menghampiri. Ini adalah moment terberat yang saya alami. rasa penyesalan yang paling berat adalah bahwa saya belum bisa menjadi kakak yang sebenarnya bagi adik saya, saya terlalu egois dan melupakn kodrat saya sebagai seorang kakak. ingin rasanya mengulang waktu dan memperbaiki hal itu, tetapi saya tahu hal itu tidaklah mungkin.
Selamat Jalan adiku, Semoga engau tenang di sana...
21 Juni 2015......

Tengkiang


Tengkiang (Lumbung Padi) merupakan tempat menyimpan padi suku semende, tengkiang ini biasanya di bangun di dekat dangau (anjungan)


Ayakan

Ayakan adalah alat untuk memisahkan. Biasanya ayakan ini bermacam-macam ada ayakan beras, ayakan Padi, ayakan Kopi. ayakan ini terbuat dari Rotan, dimana untuk jejaringnya terbuat dari Rotan Sego dan Lingkaranya dari Rotan Manau. Jejaringnya merupakan hasil keraijinan yang di anyam



Anak-anak Desa Muara Dua Kaur

Ada yang masih ingat dengan permainan ini...
Tentu saja Mainan yang di pegang anak-anak ini sudah jarang sekali di temukan. Adapun bahan-bahan permainan Roda-rodahan ini adalah Rodanya terbuat dari kayu dan dan tempat pegangannya terbuat dari bambu. Biasanya anak-anak bermain permainan ini di lakukan dimalam hari, dengan cara berkumpul. permainan ini juga di lenkapi dengan sinter. PErmainan ini anak-anak seolah-olah sedang mekai sepeda motor...seru buakan...



Nampun kah Kule

Nampun Kule adalah tradisi atau adat istiadat mempersatukan antara keluarga kedua belah pihak, pihak penganten laki-laki dan pihak perempean dimana kedua belah pihak berkunjung ke bisan (mertua). Biasanya acara nampun kule ini ibu kedua belah pihak makan dalam sepiring pada saat datang ke keluarga perempuan, Acara Nampun kule ini telah dilakukan sejak lama oleh Suku Semende ataupun suku-suku yang ada di kaur.

Kalau mau mendengarkan lagunya...di bawah ini.

Nampun Kule Kabupaten Kaur




Acara Ngenjalang di Kaur Bengkulu ·


Ngenjalang, Adalah acara setahun sekali di adakan di desa-desa daerah Kaur, biasanya setiap satu hari dari lebaran. Di sini semua warga wajib berkumpul di tempat pemakaman warga untuk membersihkan makam sekaligus memanjatkan doa untuk para leluhur desa, setiap warga diwajibkan membawa makanan seadanya

Sumber :http://rejang-lebong.blogspot.com

Album keluarga Ku


Album ini ketika Usia aku baru 5 Tahun.
Bapak dan Ibu masih terlihat Gagah.
Sedangkan di depanku adalah adek Perempuanku
aku merasa sangat kasihan sekali dia diturunkan kedunia karena menanggung penderitaan, walaupun usianya sudah 2 Tahun dia hanya bisa menagis. jangankan untuk bisa duduk telungkup aj seperti itu susah, dia Cacat Lumpuh.
Mungkin Allah kasihan melihat dia, akhirnya Allah kembali Mengambilnya.

TARI DAN KERAJINAN JEME SEMENDE





Budaya Bintuhan (Semende)- Bengkulu Selatan Tempo Dulu

Diposting
http://rejang-lebong.blogspot.com/2008/06/budaya-bintuhan-semende-tempo-dulu.html


Collectie: Westenenk, L.C.
Beschrijving: Gezaghebber van afdeling Kroeï, de heer J. Wetstejin, met het districthoofd en andere plaatselijke hoogwaardigheidbekleders (demang en pasirah) te Hoeloedanau
Albumtitel: Familiealbum van L.C. Westenenk
Detailbeschrijving: Familie L.C. Westenenk op reis van Padanggoetji naar Hoeloedanau boven Bintoeham
Trefwoorden: Bengkulu Selatan, civil administration, indigenous administration, Semende
Personen: Wetsteijn, J.
Formaat: 8,5x11,5cm
Uiterlijke vorm: Foto
Beginjaar vervaardiging: 1919-08-03
Eindjaar vervaardiging: 1919-08-14

Collectie: Westenenk, L.C.
Beschrijving: Publiek bij de pakan malam te Hoeloedanau, feest met danseressen uit alle dorpen tussen Moearasahoeng en Hoeloedanau
Albumtitel: Familiealbum van L.C. Westenenk
Detailbeschrijving: Familie L.C. Westenenk op reis van Padanggoetji naar Hoeloedanau boven Bintoeham
Trefwoorden: Bengkulu Selatan, feasts, Semende, women
Formaat: 8,5x11,5cm
Uiterlijke vorm: Foto
Beginjaar vervaardiging: 1919-08-03
Eindjaar vervaardiging: 1919-08-14

Collectie: Westenenk, L.C.
Beschrijving: Oud huis te Hoeloedanau, aangekocht door de heer L.C. Westenek vanwege het houtsnijwerk
Albumtitel: Familiealbum van L.C. Westenenk
Detailbeschrijving: Familie L.C. Westenenk op reis van Padanggoetji naar Hoeloedanau boven Bintoeham
Trefwoorden: Bengkulu Selatan, houses, woodcarvings
Formaat: 8,5x11,5cm
Uiterlijke vorm: Foto
Beginjaar vervaardiging: 1919-08-03
Eindjaar vervaardiging: 1919-08-14









Collectie: Westenenk, L.C.
Beschrijving: Publiek bij de pakan malam te Hoeloedanau, feest met danseressen uit alle dorpen tussen Moearasahoeng en Hoeloedanau
Albumtitel: Familiealbum van L.C. Westenenk
Detailbeschrijving: Familie L.C. Westenenk op reis van Padanggoetji naar Hoeloedanau boven Bintoeham
Trefwoorden: Bengkulu Selatan, children, feasts, Semende
Formaat: 8,5x11,5cm
Uiterlijke vorm: Foto
Beginjaar vervaardiging: 1919-08-03
Eindjaar vervaardiging: 1919-08-14

TANAH KELAHIRAN SEMENDE ULU NASAL





DOKUMENTASI ULTAH KAB. KAUR

Reni ya...??










ULANG TAHUN KABUPATEN KAUR








Dalam Rangka ulang Tahun Kabupaten kaur Ulayat bersama Dinas kehutanan, perkebunan, ESDM kabupaten kaur, Balai besar TNBBS, WWF-BBS project, Tim Rhino Protection unit (RPU-BBS), WCS-IP ikut berpartisifasi dalam kegiatan memeriahkan Ulang Tahun Kabupetn Kaur, adapun kegiatan yang dilakukan adalah Pemutaran Film dokumenter ulayat, Pembagian buku-buku kegiatan ulayat ke instani pemerintah, pembagian profil kegiatan ulayat selama di kabupaten kaur dan pameran poster kegiatan di kabupeten kaur. Stand ini merupakan stand yang paling banyak dikunjungi masyarakat maupun instansi pemerintah. Dari hasil penilaian dewan juri yang indevenden stand ini merupakan stand yang terbaik dan paling banyak dikunjungi.

Poto Bintuhan tempo dulu

Gamabr ini di posting dari
http://rejang-lebong.blogspot.com/2008/05/bintuhan-tempo-dulu-dalam-photo.html


Jalan dengan pepohonan di jalan Bintuhan Krui
Collection Westenenk, L.C. 1915-1920



Jembatan Gantung (Cable bridge) Aer Tetap di jalan Manna Bintuhan
Collection Westenenk, L.C. 1915-1920



Menyeberangkan mobil dengan rakit di pertengahan jalan Manna Bintuhan
Collection Westenenk, L.C. 1915-1920



Taman dan alun alun di depan rumah residen H. Hoogenberk di Bintuhan
Collection Westenenk, L.C. 1915-1920



Mobil di atas rakit dekat Bintuhan
Collection Abbenhuis, C.W.A. july 1937



engiriman paket rempah-rempah sekitar Bintuhan yang di lakukan oleh royal Paketvaart society
Collection Abbenhuis, C.W.A., Circa 01/1938



Si kecil Hoogenberk dalam pangkuan Peter di Bintuhan
Collection Abbenhuis, C.W.A. february 1938

BATU JUNG WAYHAWANG

Baju Jung sebutan untuk Batu kerang yang berada di tepi pantai wayawang kecamatan maje kabupaten kaur, menurut mitos batu ini berasal dari sebuah kapal, hal ini terjadi karena kutukan sipahit lidah. pada saat itu ada sebuah kapal yang sedang mencari ikan, tetapi ada sebuah bapak(sipahit yang sedang berjalan disekitar tepi pantai....dia meminta api pada sang pemilik kapal itu dia memanggil-mangil tapi seperti tak diharaukan, sebenarnya bukan karena tak dihiraukan tetapi jaraknya cukup jauh dari tepi pantai sehingga tidak terdengar oleh pemilik kapal itu.maka dikutuklah sebuah kapal tu menjadi batu. dan berubahlah kapal ttu menjadi batu. kalau dilihat bentuk batu itu mirip sebuah kapal/perahu....
saat ini kondisi daerah ini telah memperhatinkan, semoga saja pemerintah daerah dapat mengelola potensi wisata yang bagus ini, tidak membiarkannya rusak.pendapatan investasi bukan haya saja menjual tanah Rakyat kepada invsetor, tetapi investasi akan banyak didapat dengan adanya pengelolaan sumber daya alam yang baik.

AIR SUNGAI MUARA SAHUNG

Asyiknya Mandi Sungai Muara sahung, saat ini kondisi sungai masih terlihat jernih,dan dipenuhi oleh bebatuan yang besar-besar.

PANTAI WAYHAWANG


Seandainya potensi sumber daya alam terutama wisata pantainya diolah dengan baik barang tentulah para wisatawan-wisatan akan berlomba-lomba untuk datang ke kaur

berbagi pengalaman pembuatan pupuk organik di kaur

Melihat Naiknya harga Pupuk kimia dan pestisida dipasaran, bahkan sulit untuk didapatkan karena langkanya barang itu. kami dari yayasan ulayat mencoba mencarikan alternatif yang terbaik baik itu lingkungan, manusia dan hewan.yaitu pengembangan pertanian organik dimana pertanian organik adalah untuk meningkatkan ketahanan sebagi sistem selaras dengan alam, mengembalikan siklus ekologi dalam suatu areal pertanian sehingga membentuk aliran yang seimbang. pelatihan ini diadakan di Desa suku tiga kecamatan Nasal, kabupaten kaur