Tab-menu

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Acara Ngenjalang di Kaur Bengkulu ·

Ngenjalang, Adalah acara setahun sekali di adakan di setiap desa di daerah Kaur, biasanya setiap satu hari dari lebaran. Di sini semua warga wajib berkumpul di tempat pemakaman warga untuk membersihkan makam sekaligus memanjatkan doa untuk para leluhur desa, setiap warga diwajibkan membawa makanan seadanya

Nampun Kule

Nampun Kule adalah tradisi atau adat istiadat mempersatukan antara keluarga kedua belah pihak, pihak penganten laki-laki dan pihak perempean dimana kedua belah pihak berkunjung ke bisan (mertua). Biasanya acara nampun kule ini ibu kedua belah pihak makan dalam sepiring pada saat datang ke keluarga perempuan, Acara Nampun kule ini telah dilakukan sejak lama oleh Suku Semende ataupun suku-suku yang ada di kaur.


NILAI DAN KONSEPSI ADAT SEGANTI SETUNGGUAN DIDALAM SUKU SEMENDE

Seganti Setungguan merupakan falsafah hidup lembaga adat LAMPIK EMPAT MERDIKE DUE JURAI Pasemah dan Semende, tata nilai seganti setungguan,berisikan kesetiaan terhadap nilai-nilai hidup bersama falsafah dan prasetia kehidupan yang mencakup sikap dan prilaku,larangan dan nilai-nilai pribadi di dalam hidup bermasyarakat.Adapun nilai didalam konsep adat ini dapat di uraikan sebagai
berikut :

Dalam sikap dan prilaku kehidupan bermasyarakat
Sikap pertama : Sikap Lughus Tali Belandar Papan Niat Iluk,Tertib Lughus,Rusak Adak Binase Dekde.
Artinya : Lurus tali beralas papan,Niat baik,Tertiblurus,Tidak Rusak dan Tidak Binasa.
maksud dari sikap ini adalah : berbuat harus lurus,niat harus baik,menyukai ketertiban,dan menjunjung tinggi peraturan.Jika sikap itu di miliki niscaya akan terhindar dari bahaya kebinasaan dan akan membawa kepada kebahagiaan.

Sikap Kedua : Janji Nunggu Katik Belaruh.
Artinya : janji di tunggu kata2 mempunyai akibat
Maksud dari sikap ini adalah : Setiap Janji harus di tepati,waktu harus di hargai,dan harus setia pada ucapan nya,( janji ). menurut falsafah ini setiap kata yang telah terucap akan membawa dampak baik positif,maupun negative,sehingga pertimbangan sebelum berbicara merupakan keharusan bagi masyarakat semende.

Sikap Ketiga : Utang Mbayar Piutang ditagih Nde ughang Nde ughang Nde dighi Nde dighi.
Artinya : Setiap Hutang harus lah di bayar Dan piuatang hrus lah di Tagih Kepunyaan orang milik orang kepunyaan sendiri milik sendiri.
Maksud dari sikap ini adalah : jika punya hutang harus di bayar jika punya piutang harus di tagih,Masyarakat semende harus mampu misahkan antara milik sendiri dan milik orang lain,sehingga secara jelas mengetahui batas2 nya,lurus,jujur serta tidak sekehendak hati pada orang lain merupakan sikap hidup yang perlu di junjung tinggi.

Sikap Keempat : Pacak Ulak di Ulak i pacak ngindar di hindari Takut janagn Belaghi Melawan Jangan Njagal
Artinya : Dapat sabar di sabarkan dapat menghindar di hindarkan
Maksud dari Filsafat ini adalah segala bentuk persoalan harus di hadapi dengan penuh kesabaran,dalam berfikir dan berbuat bersikap arif bijak sana dan tidak bertindak terburu buru.

Sikap kelima : Berangkekelah Pedang siangilah jalan kayik,
Artinya : Simpanlah Senjata bersihkan lah jalan kesungai.
Maksud dari Filsafat ini : Hentikan lah segala macam bentuk perselisihan dan jika mampu selesaikan lah perselisihan itu secara adil dan bijaksana agar tidak merugikan pihak manapun juga.

Disamping itu terdapat lima ( 5 Nilai ) yang di kembangkan menurut adat "SEGANTI SETUNGGUAN" dalam hidup bermasyarakat yaitu :
Prinsip pertama dalam masyarakat semende adalah se ati serupuk'an,sepincang
seperjalanan.
Artinya : Bersatu hati bersatu pemikiran berjalan bersama sama,dalam kehidupan
bermasyarakat ada kebersatuan perasaan dan kesatuan pemikiran,berjalan seiring
untuk menggapai cita cita bersama dan menegakkan prinsip musyawarah
dan mufakat.

Perinsip kedua Sesaran Sekundang seghase sepenanggungan
Artinya : Semufakat saling bahu membahu dan bertanggung jawab bersama sama
dalam masyarakat Semendo segala hal perlu di musyawarahkan agar tercapai
kemufakatan setelah itu bersama sama bahu membahu mempertanggung jawabkan
hasil keputusan musyawarah yang telah di sepakati.

Perinsip ketiga Luk uwi pengarang rakit timbul tenggelam same same ye kecik
nurut ye besak peralah yemude ngikut ye tue Ngipat.
Artinya ; Seperti rotan pengikat rakit timbul tenggelam bersama sama,mereka
yang kecil menurut yang besar toleransi,yang muda mengikuti dan yang tua
menyusun,maksud nya dalam kehidupan bermasyarakat dan berkeluarga ada
yang kecil dan ada yang besar ada yang muda ada yang tua,kesemua nya harus
menunjukan peran yang sesuai dengan kedudukan nya.Bertidaklah sesuai dengan
kodrat nya jadilah anak seperti anak,jadilah kakak seperti kakak,jadilah pemuda
seperti pemuda dan jadilah orang tua seperti orang tua.

Perinsip keempat Kecik besak bugae betine iluk buruk same meghase
Artinya : Kecil besar laki perempuan baik buruk sama di rasakan,masyarakat
semende kecil besar tua muda merupakan satu kesatuan,maka hendak nya yang
baik sama2 di rasakan,yang buruk sama2 di pikul dan yang kurang sama2 di cukupi.

Perinsip kelima Seghepat luk Sukat Sekachung luk Tabung
Artinya : Rata seperti pengukur Runcing seperti runcingan,apa bila melihat sesuatu
harus sesuai dengan kenyataan nya.

Dalam hal nilai pribadi
Sebagai salah satu aset sumber daya manusia maka orang semende harus memiliki nilai pribadi yang harus di kembangkan menurut falsafah SEGANTI SETUNGGUAN meliputi lima 5 dasar sebagai acuan masyarakat semende dalam meraih masa depan yang lebih baik.
Nilai pribadi tersebut haruslah meliputi, orang semende harus pintar,setia,berani,penuh perhitungan dan teliti

( Ndaklah Calak ) harus pintar,artinya masyarakat semende haruslah memiliki ilmu pengetahuan baik di dunia maupun di akhirat.

( Ndaklah Beganti ) harus setia,artinya rasa bertanggung jawab,solidaritas dan kesetiaan merupakan unsur penopang jiwa tolong menolong dan rela berkorban dalam suatu masyarakat demi terwujud nya persatuan dan kesatuan.

( Ndaklah Melawan ) herus berani,artinya masyarakat semende dalam menghadapi masalah harus memiliki keberanian yang penuh serta keyakinan ( optimisme ).Kunci pokok dari keberanian adalah kepercayaan terhadap diri sendiri dan menghindari sikap nerimo atau pasrah.

(Ndaklah Bekencean ) artinya dalam menghadapi suatu persoalan sebetapapun rumit nya masyarakat semende harus memiliki kemampuan untuk melakukan analisa situasi dan penuh perhitungan.

( Ndaklah Sepade Bepenampe ) harus teliti dan waspada Artinya Masyarakat semende perlu memiliki ke telitian tidak ceroboh serta selalu waspada baik dalam berfikir ,bersikap,maupun bertindak.

 

Sumber : Berbagai sumber

Gitar Tunggal dalam seni suku semende

Istilah Gitar Tunggal mungkin tidak banyak dikenal oleh orang-orang yang hobby memainkan gitar meskipun sebenarnya seseorang yang baru belajar gitar biasanya selalu memainkannya dengan sendirian saja begitu pula seseorang yang akan mengaransemen sebuah lagu tidak jarang dimulai dengan satu gitar saja, begitu pula pemain gitar klasik juga sering tampil dengan mempergunakan satu gitar yang disebut dengan solo guitar. 

Akan tetapi mereka tidak menyebutnya dengan gitar tunggal secara khusu karena biasanya setelah lagu tersebut jadi dan mereka akan tampil, musik yang mereka mainkan itu akan berkolaborasi dengan alat musik lainnya. Berbeda halnya dengan istilah Gitar Tunggal di sini ialah bentuk format jadinya atau hasil finalnya memang hanya mempergunakan hanya satu gitar saja dan dimainkan oleh satu orang saja. Namun begitu cukup lumayan dan enak untuk didengar. Saya adalah salah seorang yang menyenangi musik tradisionil ini. Musik tradisional khas suku Semende (maksud disini adalah suku-suku serumpun anak bukit barisan (istilah penulis) atau sering diistilahkan dengan Lagu Batang Hari Sembilan ini terdiri dari beberapa suku antara lain : Besemah, Lahat, Ogan, Pagar Alam, Lintang dan daerah yang memiliki kemiripan bahasa degan dealek "e" contoh kata = tebu)

Gitar Tunggal tidak lepas kaitannya dengan pembicaraan mengenai Sastra dan budaya daerah tersebut antara lain yang paling berhubungan adalah Sastra Lisan. Sastra lisan suku-suku tersebut antara lain : Guritan, Anda-andai, memuning, dan rejung (rejunk). Untuk tiga jenis sastra yang pertama, guritan, andai-andai dan memuning, biasanya tidak memakai media alat musik. Akan tetapi untuk jenis rejung dapat dilakukan tanpa alat musik atau mempergunakan alat musik. Alat musik yang dapat dipergunakan antara lain adalah Ramanika (Accordion), Piul (Violin), Gambus, ataupun Gitar Tunggal. Sementara alat musik yang lain seperti Suling (seruling), Seredam , dan Ginggung tidak dapat dipergunakan untuk megiringi tembang atau rejung dikarenakan ketiga alam musik tersebut adalah alat musik (sejenis alat musik tiup). 

Dari sekian alat musik yang dapat mengiringi tembang hanya guitarlah yang paling menonjol dikarenakan berkemungkinan dalam mempelajarinya tidak terlalu sulit bila dibandingkan dengan alat-alat yang lainnya. Gitar tunggal merupakan alat musik yang terbilang baru dipergunakan oleh suku Semende dan tidak seberapa banyak lagu yang dapat dimainkan dengan alat musik ini beberapa lagu itu antara lain : Lagu Ude Nak Ude, Lagu Ujan Angin, Tebah Ndung Ci'an dan beberapa lagu lagi, akan tetapi tidak banyak, berbeda halnya dengan lagu-lagu dari daerah Lematang yang dipopulerkan oleh Kak Zainuddin sejak tahun enam puluh-an seperti : lagu Ribu-Ribu, lagu Antan Delapan, Lagu Merantau Jauh, Lagu Segindang-Gindang, lagu Erai-Erai, dan lagu-lagu lainnya yang bibawakannya dengan amat sempurna. Begitu pula Lagu daerah Kikim seperti Lagu Cik Minah dikemasnya menjadi lagu Mas Mirah. Penulis berpendapat hampir seluruh lagu yang pernah dimainkannya dapat dikatakan mendekati sempurna ia benar-benar seorang maestro untuk bidang ini kalau tidak dapat dikatakan melegenda. Begitu pula lagu gitar tunggal dari daerah lainnya, seperti : Untuk daerah Kikim dikenal pegitartunggalnya antara lain Syafrin, Untuk daerah Ogan Sahilin, Denali, Malili, daerah Musi Rawas, dikenal nama Rusli Effendi, untuk daerah Lintang IV Lawang dikenal Han Sofian, dan M Rozi, daerah Pagar Alam dikenal nama seperti Isran AR, dari Besemah dikenal nama seperti Waya, begitu pula halnya dengan daerah-daerah lainnya, masing-masing mereka yang tersebut di atas memiliki album lebih dari sepuluh album banyaknya yang diprakarsai oleh Palapa Record yang dimulai sejak awal tahun 70-an sampai dengan penghujung tahun 80-an. Sementara itu untuk daerah Semende sendiri tidak begitu dikenal pegitartunggalnya kalau boleh dibilang hanya beberapa orang diantaranya ialah Effendi dan Junaidi Daulay, yang dalam rekamannya biasanya sudah memuat juga cara-cara petikan dari Lematang atau daerah lainnya.

Tembang
Tembang dimaksud di sini adalah sya'ir yang didendangkan oleh penyanyi yang disebut dengan penembang. Biasanya tembang tersebut tidak sebagaimana yang dilantunkan oleh penyanyi-penyanyi dunia yang memiliki alur sebuah cerita, melainkan ia merupakan beberapa buah pantun untuk sebuah lagunya biasanya berkisar antara 6 s/d 20 pantun pertebahnya (perlagu) dengan durasi sekitar 15 sampai dengan 30 menit untuk satu tebahnya. Sebagaimana pantun pada umumnya yaitu terdiri dari empat baris bersajak ab ab, dua baris pertama sebagai sampiran dan dua baris berikutnya adalah isi dari pantun tersebut.

Steeman Gitar
Karena permainan Gitar Tunggal umumnya tidak bersama-sama dengan alat musik lainnya maka dalam steemannya didapati beberapa jenis steeman sepengetahuan penulis diapati sebanyak lebih dari enam jenis steeman guitar. Maka tidaklah heran bila ada yang berkomentar pemain Gitar Tunggal itu memainkan gitar yang salah steeman, tentu saja bila ia melihatnya dari sudut steeman musik pada umumnya. Jenis steeman ini tiada lain gunanya agar supaya sebuah tebah (lagu) itu dapat dimainkan dengan mudah. Biasanya satu steeman dapat dibawakan beberapa tebah, lalu untuk tebah yang lainnya mempergunakan steeman yang lain pula.

Itulah sekelumit kisah tentang Gitar Tunggal, dan beberapa hal yang berkaitan dengannya, namun sekarang sayangnya lagu-lagu tersebut semakin hari semakin ditinggalkan oleh generasi penerus suku semende dan suku lainnya dan mulai tergeser oleh lagu-lagu dan budaya yang lain sehingga tidak banyak lagi yang meminatinya apalagi menguasainya, berkemungkinan besar nantinya akan hilang sama sekali, dan tidak akan dikenal lagi oleh beberapa generasi yang akan datang.
Sumber : gitartunggal.blogspot.com